Mengapa Remaja Mengalami Jerawat?
Tidak dapat dipungkiri, bahwa
saat ini jerawat
telah menjelma menjadi salah satu masalah terbesar bagi kebanyakan
remaja. Adanya
jerawat ini seringkali membuat seseorang menjadi kurang percaya diri
dan bahkan minder dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari, yang
berarti menurunkan kualitas hidup remaja.
Apa itu Jerawat?
Jerawat, atau dalam bahasa ilmiahnya disebut
acne vulgaris,
merupakan penyakit
pada kelenjar
minyak. Dengan demikian menjadi jelas mengapa jerawat banyak
ditemukan pada daerah “kilang minyak†terbesar manusia
seperti wajah. Karena hal ini pula jerawat umumnya mulai muncul pada
usia pubertas
(sekitar 11-12 tahun), dimana hormon-hormon
seksual mulai aktif
bekerja menstimulasi kelenjar minyak dan mempengaruhi penebalan kulit
di seluruh tubuh. Saat seseorang mulai menginjak usia dewasa (> 30
tahun), biasanya jerawat akan semakin berkurang dengan sendirinya.
Bagaimana Asal Mula Jerawat?
Mengenali adanya jerawat, bukanlah sesuatu
yang sulit dilakukan. Sebagian besar orang bahkan tidak membutuhkan
bantuan dokter untuk mengenalinya. Jerawat umumnya dikenal dalam
bentuk klasiknya yaitu bisul-bisul berdiameter kurang dari 0,5 cm.
Pada perjalanan penyakitnya, jerawat diawali timbulnya komedo,
yang umumnya dapat dikenali sebagai tonjolan kecil dengan titik hitam
di tengahnya. Karena mengandung banyak minyak, komedo ini dapat
menjadi sarang pertumbuhan kuman jerawat dan mengalami peradangan
membentuk bisul. Bisul ini pada awalnya berwarna merah, dan kemudian
akan menjadi kuning karena mengandung nanah. Dalam bentuk parah,
kadang bisul ini dapat menjadi sangat besar mencapai ukuran 1 cm atau
berjumlah sangat banyak.
Mengapa Jerawat di Wajahku Lebih Banyak
dibanding Wajahnya?
Banyak sekali hal-hal yang menjadi faktor
risiko timbulnya jerawat, diantaranya ras, keturunan, makanan
(coklat, susu, lemak), cuaca, stress, kosmetik, menstruasi, dan
sebagainya. Faktor keturunan dan ras menentukan bakat jerawat
seseorang dan merupakan faktor yang tidak dapat diubah. Faktor-faktor
risiko lain dapat diubah dan berbeda antara orang per orang.
Setiap orang perlu mengenali faktor risikonya sendiri. Sebagai
contoh, seseorang yang merasakan dirinya lebih berjerawat setelah
terpapar sinar matahari dan mengkonsumsi coklat.
Seorang dokter pernah berkata, bahwa jerawat
merupakan salah satu penyakit kulit “paling bandelâ€.
Benar saja, jerawat seringkali masih timbul walaupun sudah diobati
sedemikian rupa. Saat ini terdapat berbagai obat jerawat, baik obat
oles maupun obat minum, yang beredar di pasaran dan dapat dibeli
dengan mudah. Jerawat yang ringan masih dapat diatasi dengan obat
oles, sedangkan jerawat yang parah harus diatasi dengan obat minum.
Namun, tidak disarankan menggunakan obat jerawat di luar kontrol
dokter, karena memudahkan timbulnya kekebalan kuman jerawat. Jerawat
yang sudah kebal, akan semakin sulit diobati, bahkan terkadang
membutuhkan obat suntik untuk mengatasinya.
Lalu, Bagaimana Mencegah Timbulnya
Jerawat yang Semakin Banyak?
Bila kita tidak boleh mengobati jerawat kita
sendiri, apa yang dapat kita lakukan sendiri untuk mengatasi jerawat
kita? Ada 4 hal utama yang penting dilakukan untuk mengontrol
timbulnya jerawat:
- Cuci muka dan bagian tubuh berjerawat lainnya secara teratur 2-3 kali sehari (pagi, setelah beraktivitas siang, dan sebelum tidur) untuk menjaga kulit anda tetap bersih.
- Kenali dan hindari faktor risiko anda. Anda tidak perlu menghindari seluruh faktor risiko penyebab jerawat, namun hindarilah faktor risiko yang sangat berpengaruh bagi jerawat anda. Contohnya bila timbul jerawat bila terkena sinar matahari, maka hindari bekerja di luar ruangan atau menggunakan sunblock.
- Jangan menggaruk jerawat anda. Garukan pada jerawat akan menyebabkan timbulnya luka yang memperburuk kosmetik wajah anda, serta berisiko menumbuhkan jerawat baru di tempat garukan anda.
- Segera konsultasikan diri anda ke
dokter untuk mengatasi jerawat yang tidak sembuh dengan cara-cara di
atas.
(http://www.tanyadok.com/anak/mengapa-remaja-berjerawat)
Sumber:
- Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine edisi ke-7
- Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI edisi ke-5
- Expert Committee Recommendations for Acne Management. Pediatrics 2006;118;1188-1199
- DynaMed: Acne
(http://search.ebscohost.com/)
0 komentar:
Posting Komentar