BLOGGER TEMPLATES AND Twitter Backgrounds »

Jumat, 09 Oktober 2015

Interpreting (Pidato kemenangan Obama)

Hallo, Chicago.

Jika ada orang di luar sana yang masih ragu bahwa Amerika adalah tempat dimana semua hal mungkin terjadi, yang masih penasaran apakah impian para pendiri kita masih hidup sampai sekarang, yang masih mempertanyakan kekuatan demokrasi kita, malam ini adalah jawaban Anda.
Inilah jawaban yang tertera pada kalimat yang terpampang di sekolah dan gereja dengan jumlah yang bangsa ini tidak pernah kira, oleh masyarakat yang menunggu tiga jam dan empat jam, yang merupakan kali pertama dalam hidup mereka, karena mereka yakin bahwa kali ini pasti berbeda, bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar.

Inilah jawaban yang diutarakan oleh mereka yang muda dan tua, kaya dan miskin, Demokrat dan Republikan, hitam, putih, orang Hispanik, orang Asia, orang asli Amerika, gay, normal, berkebutuhan khusus dan tidak berkebutuhan khusus. Orang Amerika yang mengirim pesan ke dunia bahwa kita bukan hanya sekelompok individu atau sekelompok bangsa merah dan bangsa biru.

Kita, selamanya, adalah Amerika Serikat.

Inilah jawaban yang menuntun mereka yang telah lama diceritakan oleh banyak orang sinis dan penakut dan ragu tentang apa yang dapat kita raih untuk menaruh pada tangan mereka busur sejarah dan mengarahkan itu sekali lagi menuju harapan hari yang lebih baik.

Ini sudah lama datang, tapi malam ini, karena apa yang kita lakukan hari ini pada hari pemilihan pada momen yang menentukan ini perubahan telah datang pada Amerika.

Awal sore ini, saya menerima telepon yang luar biasa ramah dari Dewan McCain.
Dewan McCain berjuang lama dan keras dalam kampanye ini. Dan bahkan beliau berjuang lebih lama dan keras untuk negara yang beliau cintai. Dia telah memikul pengorbanan untuk Amerika yang kebanyakan dari kita tidak dapat bayangkan. Kita dalam keadaan pelayanan yang lebih baik dengan pemimpin berani dan tidak egois.

Saya mengucapkan selamat kepada beliau; saya mengucapkan selamat kepada Gubernur Palin untuk semua yang telah mereka raih. Dan saya menanti-nanti bekerja sama dengan mereka memperbaharui janji bangsa ini beberapa bulan ke depan.

Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan saya dalam perjalanan ini, seorang pria yang berkampanye dari hatinya dan berbicara untuk laki-laki dan perempuan yang tumbuh bersamanya di jalan-jalan di Scranton dan menaiki kereta pulang bersama ke Delaware, wakil presiden Amerika yang terpilih, Joe Biden.

Dan saya tidak akan berdiri di sini malam ini tanpa dorongan semangat yang luar biasa dari teman baik saya selama 16 tahun menjadi keluarga saya, cinta dalam hidup saya, ibu negara berikutnya Michelle Obama.
Sasha dan Malia saya mencintai kalian berdua lebih dari yang dapat kalian bayangkan. Dan anjing baru kalian akan ikut bersama dengan kita ke Gedung Putih yang baru.

Dan sementara dia tidak lagi bersama dengan kita, saya tahu nenek saya melihat, bersama dengan keluarga yang menjadikan saya menjadi saya yang sekarang. Saya merindukan mereka malam ini. Saya tahu dosa saya pada mereka tidak bisa dihitung.

Kepada saudari saya Maya, saudari saya Auma, dan semua saudara dan saudari saya yang lain, terima kasih banyak atas dukungan yang telah kalian berikan pada saya. Saya sangat berterima kasih pada mereka.
Kepada manajer kampanye saya, David Plouffe, pahlawan tak dikenal dari kampanye ini, yang telah membangun kampanye politik, yang saya rasa, terbaik sepanjang sejarah Amerika.

Kepada ketua strategi saya, David Axelrod yang telah menjadi rekan saya sepanjang jalan ini.
Kepada tim kampanye terbaik yang pernah terkumpul dalam sejarah politik, kalianlah yang memungkinkan ini terjadi, dan saya selamanya berterima kasih atas segala pengorbanan kalian untuk menyelesaikan ini.
Tapi di atas semua, saya tidak pernah melupakan pemilik sesungguhnya dari kemenangan ini. Kemenangan ini adalah milik Anda, kemenangan ini adalah milik Anda.

Saya tidak pernah menjadi kandidat yang paling mungkin untuk jabatan ini. Kita tidak memulai dengan banyak uang dan dukungan. Kampanye kita tidak terpusat di aula-aula di Washington. Kampanye ini dimulai di halaman belakang rumah Des Moines, di ruang keluarga Concrd, di teras depan Charleson. Kampanye ini dibangun oleh pria dan wanita pekerja yang menggali tabungan mereka yang hanya sedikit dan menyumbangkan 5 dolar, 10 dolar, 20 dolar untuk alasan ini.

Ini mendapatkan kekuatan dari pemuda yang menolak mitos bahwa generasi mereka tak peduli, yang meninggalkan rumah mereka, dan keluarga mereka untuk sebuah pekerjaan yang bergaji kecil dan kurang tidur.

Kampanye ini mendapatkan kekuatan dari orang-orang yang tidak terlalu muda , yang menantang dingin yang menggigit dan panas yang membara untuk mengetuk pintu orang-orang asing, dan dari jutaan orang Amerika yang secara sukarela mengatur dan membuktikan pada kita bahwa dua abad kemudian sebuah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat belum lenyap dari muka bumi.
Ini adalah kemenangan kalian.

Dan saya tahu Anda melakukan ini tidak hanya untuk memenangkan sebuah pemilu. Dan Saya tahu Anda tidak melakukan ini untuk saya.
Anda melakukannya karena Anda paham beratnya tugas-tugas yang ada di masa depan. Karena bahkan ketika kita merayakan malam ini, kita tahu tantangan yang akan dibawa oleh masa depan, adalah yang terberat sepanjang hidup kita. Dua perang, sebuah planet yang terancam hancur, krisis finansial yang terparah selama seabad .

Bahkan pada saat kita berdiri di sini malam ini, kita tahu ada warga negara Amerika yang berani terjaga di padang pasir Irak, di pegunungan Afghanistan untuk mempertaruhkan nyawa mereka untuk kita .
Ada orangtua yang tetap terjaga setelah anak-anak mereka tertidur dan bertanya bagaimana cara membayar hipotek rumah, atau membayar tagihan kesehatan, atau menabung untuk pendidikan perguruan tinggi anak-anak mereka.

Ada energi baru untuk dimanfaatkan, pekerjaan baru untuk diciptakan, sekolah-sekolah baru untuk dibangun, juga ancaman-ancaman untuk dihadapi, persekutuan untuk diperbaiki.
Jalan ke depan akan panjang. Kita harus mendaki gunung tinggi. Kita mungkin tidak akan berhasil dalam setahun atau bahkan dalam satu masa jabatan. Tapi, Amerika, saya belum pernah sepenuh harapan  ini malam ini bahwa kita akan berhasil mencapainya.

Saya berjanji pada kalian, kita sebagai satu bangsa akan mencapainya.

Akan ada kemunduran dan awal yang salah. Ada banyak orang yang tidak setuju dengan setiap keputusan atau kebijakan yang saya buat sebagai presiden. Dan kita tahu pemerintah tidak akan bisa menyelesaikan setiap masalah.

Tapi saya akan selalu jujur dengan kalian tentang tantangan yang kami hadapi. Saya akan mendengarkan kalian, terutama ketika kita berbeda pendapat. Dan, di atas semua itu, saya memohon kepada kalian untuk ikut berusaha memperhatikan bangsa ini, satu-satunya cara yang telah dilakukan di Amerika selama 221 tahun—rintangan demi rintangan, bata demi bata, tangan besi demi tangan besi.

Apa yang telah dimulai 21 bulan yang lalu di tengah-tengah musim dingin tidak bisa berakhir pada malam musim gugur ini.

Kemenangan ini sendiri bukanlah perubahan yang kita cari. Kemenangan ini merupakan kesempatan untuk kita dalam membuat perubahan. Dan hal ini tidak dapat terjadi jika kita kembali ke cara lama.

Hal ini tidak dapat terjadi tanpa kalian, tanpa semangat baru dalam pelayanan, semangat baru dalam pengorbanan.

Jadi mari kita bangkitkan semangat baru patriotisme, dalam tanggung jawab, dimana masing-masing dari kita memutuskan untuk menyingsingkan lengan baju dan bekerja lebih keras dan menjaga tidak hanya diri kita sendiri tetapi menjaga sesama masyarakat.

Marilah kita ingat bahwa, jika kemelut keuangan mengajarkan kita sesuatu, itu adalah bahwa kita tidak bisa mengembangkan Wall Street sementara Main Street menderita.

Di dalam negara ini, kita berdiri atau jatuh sebagai satu bangsa, sebagai satu kesatuan. Mari kita menahan godaan untuk jatuh kembali ke dalam sikap berat sebelah dan kepicikan dan ketidakdewasaan yang telah meracuni politik kita dalam waktu yang lama.

Mari kita mengingat bahwa dulu ada seorang pria dari negara ini yang pertama kali membawa bendera Partai Republik ke Gedung Putih, sebuah partai yang ditemukan dalam nilai kemandirian dan kebebasan individu dan kesatuan nasional.

Itu semua merupakan nilai-nilai yang kita berikan. Dan ketika Partai Demokrat telah meraih kemenangan besar malam ini, kita melakukannya dengan tindakan murah hati dan tekad untuk menyembuhkan perpecahan yang telah menghambat kemajuan kita.

Seperti yang dikatakan Lincoln kepada satu bangsa yang lebih terpecah belah daripada kita, kita bukan musuh tapi kita teman. Walaupun mungkin semangat akan menurun, hal tersebut tidak boleh meruntuhkan ikatan kasih sayang kita.

Dan kepada masyarakat Amerika yang dukungannya belum saya dapatkan, saya mungkin tidak akan memenangkan suara kalian malam ini, tapi saya mendengar suara kalian. Saya butuh bantuan kalian. Dan saya akan menjadi presiden kalian, juga.

Dan juga semua orang yang menyaksikan malam ini di luar pantai kami, dari parlemen dan istana, ke semua orang yang berkerumun di sekitar radio di sudut yang terlupakan di dunia, cerita kami tunggal, tapi tujuan kami tersebar, dan permulaan baru pemerintahan Amerika sudah di tangan.

Kepada semua—semua yang akan meruntuhkan dunia: Kami akan melawan kalian. Kepada semua yang mencari kedamaian dan perlindungan: Kami mendukung kalian. Dan kepada semua yang bertanya-tanya jika suar Amerika masih menyala terang: Malam ini kami membuktikan sekali lagi bahwa kekuatan sebenarnya bangsa kami datang bukan dari kekuasaan tangan kami atau jumlah kekayaan kami, tapi dari kekuatan abadi impian kami: demokrasi, kebebasan, kesempatan dan harapan pantang menyerah.

Itulah arti Amerika yang sesungguhnya. Bahwa Amerika bisa berubah. Persatuan kita bisa disempurnakan. Apa yang telah kita capai memberikan harapan tentang apa yang bisa dan harus kita capai besok.

Pemilu ini mencatat banyaknya pertama kali dan banyak cerita yang akan diceritakan untuk beberapa generasi, tapi satu yang ada di kepala saya malam ini adalah tentang seorang wanita yang menggunakan hak pilihnya di Atlanta. Dia sama seperti warga negara lain yang mengantre dan menyuarakan pendapatnya di pemilu ini kecuali untuk satu hal, Anne Nixon-Cooper berusia 106 tahun.

Dia dilahirkan hanya selang satu generasi setelah perbudakan dihapuskan, sebuah masa di mana tidak ada mobil di jalanan dan pesawat di angkasa, di mana seseorang sepertinya tidak bisa memilih karena dua alasan yaitu karena dia wanita dan warna kulitnya.

Dan malam ini, saya berpikir tentang apa saja yang telah dilihatnya dalam seabad kehidupannya di Amerika. Masa sulit dan harapan, perjuangan dan kemajuan, masa-masa di mana kita diberitahu bahwa kita tidak bisa, dan orang-orang yang terus melawan dengan nilai Amerika itu, “Ya, kita bisa.”

Masa di mana suara wanita dibungkam dan harapan mereka diabaikan. Dia hidup untuk melihat mereka bangkit, bersuara dan menuju tempat pemungutan suara, “Ya, kita bisa.”

Ketika keputusasaan menyebar dan debu berjatuhan, depresi di seluruh negeri, dia melihat sebuah negeri menaklukkan rasa takutnya dengan perjanjian baru, pekerjaan baru, rasa tujuan bersama yang baru, “Ya, kita bisa.”

Ketika bom berjatuhan di pelabuhan kita, dan tirani mengancam dunia, dia ada untuk menyaksikan sebuah generasi bangkit menuju kejayaan dan demokrasi diselamatkan. “Ya, kita bisa.”

Dia ada untuk bus-bus di Montgomery, rumah-rumah di Birmingham, jembatan-jembatan di Selma, dan pendakwah dari Atlanta yang memberitahu orang-orang bahwa kita akan bertahan, “Ya, kita bisa.”

Seorang pria menjajakkan kaki di bulan, sebuah tembok runtuh di Berlin, sebuah dunia terhubung oleh ilmu pengetahuan dan imajinasi kita sendiri, dan tahun ini di pemilu ini, dia menyentuhkan jarinya ke sebuah layar, dan menentukan pilihannya, karena setelah 106 tahun hidupnya di Amerika, melalui masa-masa senang maupun susah, dia tahu bagaimana Amerika bisa berubah, “Ya, kita bisa.”

Amerika, kita sudah berjalan begitu jauh, kita sudah melihat begitu banyak hal, tapi masih banyak lagi yang harus dilakukan. Jadi malam ini mari kita tanyakan pada diri kita sendiri, jika anak perempuan saya bisa hidup untuk melihat abad berikutnya, jika anak saya begitu beruntung untuk bisa hidup selama Anne Nixon-Cooper, perubahan apa yang akan mereka lihat? Kemajuan apa yang telah kita buat? Inilah kesempatan kita untuk menjawab pertanyaan itu. Inilah saat kita.

Inilah waktu kita untuk kembali menempatkan rakyat kita dalam pekerjaan, membuka pintu-pintu kesempatan bagi anak-anak kita. Untuk mengembalikan kesejahteraan dan menciptakan tujuan-tujuan perdamaian, untuk kembali meng-klaim impian Amerika dan kembali memastikan kenyataan yang mendasar bahwa meski berbeda-beda kita adalah satu. Bahwa pada saat kita bernafas kita juga berharap dan ketika kita berhadapan dengan sinisme dan keraguan dan mereka yang menyatakan bahwa kita tidak bisa, kita akan membalas dengan nilai yang tidak berujung waktu itu yang merupakan inti dari semangat rakyat, “Ya, kita bisa.”

Terima kasih. Tuhan memberkati Anda dan semoga Tuhan memberkati Amerika Serikat.



by:
Idha Dwi Permatasari
Dwi Wulan Sari
Mharsya Lurisari
Syaily Mutiara Sari

Kamis, 24 Oktober 2013

Ilmu Sosial Dasar Chapter IV

Minggu ke_

Pemuda dan sosialisasi TIU

Pemuda adalah golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda diIndonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.

Pemuda Indonesia
Pemuda dalam pengertian adalah manusia-manusia muda, akan tetapi di
Indonesia ini sehubungan dengan adanya program pembinaan generasi muda
pengertian pemuda diperinci dan tersurat dengan pasti. Ditinjau dari kelompok
umur, maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut :
-          Masa bayi : 0 – 1 tahun
-          Masa anak : 1 – 12 tahun
-          Masa Puber : 12 – 15 tahun
-          Masa Pemuda : 15 – 21 tahun
-          Masa dewasa : 21 tahun keatas
Dilihat dari segi budaya atau fungsionalya maka dikenal istilah anak, remaja dan
dewasa, dengan perincian sebagia berikut :
-          Golongan anak : 0 – 12 tahun
-          Golongan remaja : 13 – 18 tahun
-          Golongan dewasa : 18 (21) tahun keatas
Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai mahluk moral, mahluk sosial. Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi. Sebagai mahluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan pandangan hidup yagn dianut masyarakat. Sebagai mahluk individual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai ras tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap Tuhan Yang maha Esa.

Sosialisasi bagi pemuda
pengertian sosialisasi pada seorang pemuda ialah bahwasanya pemuda yang baik dan mau merubah suatu hal pasti membutuhkan yang nama nya bersosialisasi.  karena dengan adanya sosialisasi maka segala pekerajaan pasti akan terasa ringan jika dikerjakan bersama – sama.
Thomas Ford Hoult, menyebutkan bahwa proses sosialisasi adalah proses belajar individu untuk bertingkah laku sesuai dengan standar yang terdapatdalam kebudayaan masyarakatnya. Menurut R.S. Lazarus, proses sosialisasi adalah proses akomodasi, dengan mana individu menghambat atau mengubah impuls-impuls sesuai dengan tekanan lingkungan, dan mengembangkan pola-pola nilai dan tingkah laku-tingkah laku yang baru yang sesuai dengan kebudayaan masyarakat

INTERNALISASI, BELAJAR DAN SPESIALISASI
Ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. Istilah internasilasasi lebih ditekankan pada norma-nroma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut. Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu. istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yagn telah dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama

Proses sosialisasi
pengertian proses sosialisasi adalah suatu tahapan-tahapan dalam pembentukan sikap atau perilaku seorang anak sesuai dengan perilaku atau norma-norma dalam kelompok atau keluarga.
Berikut ini pengertian proses sosialisasi menurut beberapa ahli :
1. Menurut Krathwohl (1981)
Proses sosialisasi adalah proses yang mengusahakan seseorang menjadi peka terhadap rangsangan masyarakatnya dan menyesuaikan diri serta berperilaku seperti orang lain dalam masyarakat kelompoknyya atau kebudayaannya.
2. Laurence (1988)
Proses sosialisasi adalah proses pendidikan atau latihan seseorang yang belum berpengalaman dalam suatu kebudayaan belajar dan berusaha menguasai kebudayaan sebagai aspek perilakunya.
3. Guire (1974)
Proses sosialisasi adalah proses penyajian kemungkinan-kemungkinan perilaku perorangan dengan sanksi positif atau negatif yang akan menyebabkan penerimaan atau penolakan oleh orang lain.
4. Lawang, Robert M.Z (1985)
Proses sosialisasi adalah proses mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.
A.    PEMUDA DAN IDENTITAS
Dalam pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda, yang dimaksud pemuda adalah:
a.       Dari segi biologis pemuda adalah berumur 15-30 th
b.      Dari segi budaya/ fungsional, pemuda adalah manusia berumur 18/21 keatas yang dianggap ssudah dewasa misalnya untuk tugas-tugas negara dan hak pilih.
c.       Dari angkatan kerja terdapat istilah tenaga muda dan tua. Tenaga muda adalah berusia 18-22 th.
d.      Dilihat dari perencanaan modern yang mengenal tiga sumber daya yaitu sumber daya alam, dana dan manusia. Yang dimaksud sumber data manuasia muda adalah berusia 0-18th
e.       Dilihat dari ideologi politis generasi muda adalah calon pengganti generasi terdahulu yaitu umur antara 18-30 atau 40 th.
f.       Dilihat dari umur, lembaga dan uang lingkup tempat diperoleh 3 kategori yaitu :
-          Siswa usia 6-18th di bangku sekolah
-          Mahasiswa uasia 18-25 di perguruan tinggi
-          Pemuda diluar lingkungan sekolah/ perguruan tinggi usia 25-30 th

Dalam pola dasar pembinaan  dan pengembangan generasi muda, generasi muda dipandang dari beberapa aspek yaitu :
a.       Sosial psikologi
Proses pertumbuhan dan perkembangan kepribadian, serta penyesuaian diri secara jasmaniahdan rohaniah sejak dari masa kanak-kanak sampai usia dewasa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti keterbelakangan mental, salah asuh orang tua atau guru, pengahur negatif lingkungan. Hambatan tersebut memungkinkan terjadinya kenakalan remaja, maslah narkoba dan lain-lain.
b.      Soaial budaya
Perkembangan pemuda berada dalam proses modernisasi dengan segala akibat sampingnya yang bisa berpengaruh pada proses pendewasaannya, sehingga apabila tidak memperoleh arah yang jelas maka corak dan warna masa depan negara dan bangsa akan menjadi lain dari yang dicita-citakan.
c.       Sosial ekonomi
Bertambahnya pengangguran dikalangan pemuda karena kurang lapangan pekerjaan akibat dari pertambahan penduduk dan belum meratanya pembangunan.
d.      Sosial politik
Belum terarahnya pendidikan politik dikalangan pemuda dan belum dihayatinya mekanisme demokrasi pancasila, tertib hukum dan disiplin nasional sehingga merupakan hambatan bagi penyaluran aspirasi generasi muda.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan masalah yang menyangkut generasi muda dewasa ini adalah :
-          Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme
-          Kekurangpastian yang dialmi generasi muda terhadap masa depannya
-          Belum seimbang jumlah pemuda dan fasilitas pendidikan yang tersedia bail formal/ non formal dan tingginya jumlah putus sekolah.
-          Kurang lapangan kerja dan kesempatan kerja sehingga pengangguran semakin tinggi yang mengakibatkan kurangnya produktivitas nasional.
-          Kurang gizi yang menyebabkan hambatan bagi kecerdasan dan pertumbuhan badan, karena ketidaktauan tentang gizi seimbang dan rendahnya daya beli.
-          Masih banyak perkawinan dibawah umur terutama dikalangan masyarakat pedesaan.
-          Adalanya generasi muda yang menderita fisik, mental dan sosial.
-          Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan keluarga.
-          Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkotika.
-          Belum adanya peraturan perundang-undangan yang menyangkut generasi muda.

B.     PERGURUAN DAN PENDIDIKAN
Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh beberapa faktor seperti kualitas SDM, tersedianya sumber daya alam, birokrasi pemerintah yang kuat dan efisien.
Faktor SDM sangat menentuka dalam proses pembangunan karena manusia bukan saja objek tetapi juga subjek pembangunan. Disinilah letak pentingnya pendidikan sebagai upaya terciptanya SDM yang berkualitas. Bentuk-bentuk pendidikan tersebut adalah :
a.       Pendidikan formal : sekolah, perguruan tinggi
b.      Pendidikan non formal / luar sekolah
-          Sasaran pokoknya adalah anggota masyarakat yang belum mendapat kesempatan mengikuti pendidikan formal atau karena putus sekolah.
-          Dikoordinasi oleh dinas pendidikan masyarakat, tim penggerak PK, Dharma wanita, program bakti sosial dan lain-lain.
-          Salah satu bentuk pendidikan non formal bagi pembangunan di pedesaan adalah Teknologi Tepat Guna/ TTG, yaitu sarana untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dalam beban hidup sehari-hari.
Contoh: Teknologi pembuatan alat pengering gabah
              Teknologi pembuatan gas bio
              Teknologi tambak air tawar dan payau dll
c.       Pendidikan informal
Yaitu pendidikan yang diperoleh berdasarkan pengalaman hidup sehari-hari.

C.    PERANAN PEMUDA DALAM MASYARAKAT
Peranan pemuda dalam masyarakat dibedakan atas dua hal :
a.       Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan :
-          Pemuda meneruskan tradisi dan mendukung tradisi
-          Pemuda yang menyesuaikan diri dengan golongan yang berusaha mengubah tradisi.
b.      Peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya dibedakan menjadi :
-          Jenis pemuda pembangkit, yaitu pengurai atau pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial. Contoh sastrawan Rendra dan Chairil anwar pada masanya.
-          Jenis pemuda nakal/ delinkuen, yaitu jenis pemuda yang tidak berniat mengadakan perubahan pada budaya maupun masyarakat tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan tindakan menguntungkan bagi diri sendiri.
-          Jenis pemuda radikal, yaitu mereka yang berkeinginan besar mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner tanpa memikirkan lebih jauh bagaimana selanjutnya. 

Asas pengembangan generasi muda
1.      Asas edukatif, pembinaan dan pengembangan oleh unsur diluar generasi muda da sesama generasi muda.
2.      Asas persatuan dan kesatuan bangsa
3.      Asas swakarsa, menumbuhkan kemauan generasi muda untuk membina dan mengembangkan diri sendiri dan lingkungannya.
4.      Asas keselarasan terpadu
5.      Asas pendayagunaan dan fungsionalisasi, makin banyaknya organisasi pemuda yang ada maka perlu diadakan penataan untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna bagi pelaksanaan program-program generasi muda dalam pembangunan nasional.

Arah pembinaan dan pengembangan generasi muda
1.      Berorientasi pada Tuhan YME, nilai-nilai kerohanian dan falsafah hidup pancasila.
2.      Orientasi kedalam terhadap dirinya sendiri, mengembangkan bakat-bakat kemampuan jasmaniah dan rohaniah dalam dirinya agar dapat memberikan prestasi semaksimal mungkin.
3.      Orientasi keluar terhadap lingkungan (budaya,sosialdan moral) dan masa depannya. Sumber orientasi keluar ini dibagi atas :
-          Pengembangan sebagai insan sosial budaya
-          Pengembangan sebagai insan sosial politik dan sebagai insan patriot.
-          Pengembangan sebagai insan sosial ekonomi, termasuk sebagai insan kerja dan insan profesi yang mempunyai kemampuan untuk mendayagunakan sumber alam dan menjaga kelestariannya.
-          Pengembangan pemuda terhadap masa depannya. Kepekaan terhadap masa depan akan menumbuhkan kemampuan untuk mawas diri, kreatif, kritis.

Tujuan pembinaan da pengembangan generasi muda
1.      Memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa
2.      Mewujudkan kader-kader penerus perjuangan bangsa
3.      Melahirkan kader-kader pembangunan nasional dengan angkatan kerja berbudi luhur, dinamis dan kreatif.
4.      Mewujudkan warga negara Indonesia yang memiliki kreatifitas kebudayaan nasional.
5.      Mewujudkan kader-kader patriot pembela bangsa yang berkesadaran dan berketahanan nasional.

Jalur pembinaan dan pengembangan generasi muda
a.       Kelompok jalur utama
-          Jalur keluarga, pelaksanaan pembinaan dan pengembangan adalah orang tua serta anggota keluarga terdekat
-          Jalur generasi muda, organisasi-organisasi pemuda yang ada seperti OSIS, Senat, Pramuka, Karang taruna
b.      Kelompok jalur penunjang
-          Jalur sekolah/ pra sekolah : organisasi orang tua murid, enataan mutu pendidik dan sarananya.
-          Jalur masyarakat : jalur masyarakat yang melembaga (lembaga peribadatan, organisasi sosial). Jalur masyarakat yang tidak melembaga 9pergaulan sehari-hari, tenpat rekreasi)
c.       Kelompok jalur koordinatif (jalur pemerintah)
a.       Sistem pengkoordinasian melalui Badan Koordinasi Penyelenggaraan Pembinaan Generasi muda.
b.      Pelaksanaan organisasi pembinaan dan pengembangan generasi muda melalui satuan pengendali pembinaan generasi muda yang dipimpin oleh mentri urusan pemuda.

Wujud sosialisai generasi muda / mahasiswa  
1.      Peranan pemuda/ mahasiswa dalam menegakkan kemerdekaan. Setelah proklamasi pemuda Indonesia membentuk organisasi politik maupun militer.
2.      Peran mahasiswa/ pemuda dalam mempelopori orde baru. Terbentuknya Front Pancasila yang melawan PKI dan dari Front Pancasila lahir Kesatuan Aksi Mahasiswa / KAMI. KAMI menjadi pendobrak menuju orde baru. 
3.      Peran pemuda dalam masyarakat
-          Sebagaiagent of change, yaitu mengadakan perubahan dalam masyarakat kearah yang lebih baik dan bersifat kemanusiaan.
-          Sebagai agent of development, yaitu melancarkan pembangunan disegala bidang yang bersifat fisik maupun non fisik.
-          Sebagai agent of modernization, yaitu pemuda bertindak sebagai pelopor pembaruan.
Perguruan tinggi

Perguruan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk mempersiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian (UU 2 tahun 1989, pasal 16, ayat (1)).

Pendidikan tinggi adalah pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dari pada pendidikan menegah di jalur pendidikan sekolah (PP 30 Tahun 1990, pasal 1 Ayat 1)

Tujuan pendidikan tinggi adalah :
1. Mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian.

2.Mengembangkan dan menyebar luaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta mengoptimalkan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional ( UU 2 tahun 1989, Pasal 16, Ayat (1) ; PP 30 Tahun 1990, Pasal 2, Ayat (1) ).
SUMBER:
http://danialprasko.blogspot.com/2012/11/pengertian-proses-sosialisasi.html
http://edukasi.kompasiana.com/2012/10/30/pengertian-dan-tujuan-perguruan-tinggi-499395.html
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab4-pemuda_dan_sosialisasi.pdf
http://mawar.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/2067/BAB+IV+PEMUDA+DAN+SOSIALISASI.doc