BLOGGER TEMPLATES AND Twitter Backgrounds »

Jumat, 09 Oktober 2015

Interpreting (Pidato kemenangan Obama)

Hallo, Chicago.

Jika ada orang di luar sana yang masih ragu bahwa Amerika adalah tempat dimana semua hal mungkin terjadi, yang masih penasaran apakah impian para pendiri kita masih hidup sampai sekarang, yang masih mempertanyakan kekuatan demokrasi kita, malam ini adalah jawaban Anda.
Inilah jawaban yang tertera pada kalimat yang terpampang di sekolah dan gereja dengan jumlah yang bangsa ini tidak pernah kira, oleh masyarakat yang menunggu tiga jam dan empat jam, yang merupakan kali pertama dalam hidup mereka, karena mereka yakin bahwa kali ini pasti berbeda, bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar.

Inilah jawaban yang diutarakan oleh mereka yang muda dan tua, kaya dan miskin, Demokrat dan Republikan, hitam, putih, orang Hispanik, orang Asia, orang asli Amerika, gay, normal, berkebutuhan khusus dan tidak berkebutuhan khusus. Orang Amerika yang mengirim pesan ke dunia bahwa kita bukan hanya sekelompok individu atau sekelompok bangsa merah dan bangsa biru.

Kita, selamanya, adalah Amerika Serikat.

Inilah jawaban yang menuntun mereka yang telah lama diceritakan oleh banyak orang sinis dan penakut dan ragu tentang apa yang dapat kita raih untuk menaruh pada tangan mereka busur sejarah dan mengarahkan itu sekali lagi menuju harapan hari yang lebih baik.

Ini sudah lama datang, tapi malam ini, karena apa yang kita lakukan hari ini pada hari pemilihan pada momen yang menentukan ini perubahan telah datang pada Amerika.

Awal sore ini, saya menerima telepon yang luar biasa ramah dari Dewan McCain.
Dewan McCain berjuang lama dan keras dalam kampanye ini. Dan bahkan beliau berjuang lebih lama dan keras untuk negara yang beliau cintai. Dia telah memikul pengorbanan untuk Amerika yang kebanyakan dari kita tidak dapat bayangkan. Kita dalam keadaan pelayanan yang lebih baik dengan pemimpin berani dan tidak egois.

Saya mengucapkan selamat kepada beliau; saya mengucapkan selamat kepada Gubernur Palin untuk semua yang telah mereka raih. Dan saya menanti-nanti bekerja sama dengan mereka memperbaharui janji bangsa ini beberapa bulan ke depan.

Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan saya dalam perjalanan ini, seorang pria yang berkampanye dari hatinya dan berbicara untuk laki-laki dan perempuan yang tumbuh bersamanya di jalan-jalan di Scranton dan menaiki kereta pulang bersama ke Delaware, wakil presiden Amerika yang terpilih, Joe Biden.

Dan saya tidak akan berdiri di sini malam ini tanpa dorongan semangat yang luar biasa dari teman baik saya selama 16 tahun menjadi keluarga saya, cinta dalam hidup saya, ibu negara berikutnya Michelle Obama.
Sasha dan Malia saya mencintai kalian berdua lebih dari yang dapat kalian bayangkan. Dan anjing baru kalian akan ikut bersama dengan kita ke Gedung Putih yang baru.

Dan sementara dia tidak lagi bersama dengan kita, saya tahu nenek saya melihat, bersama dengan keluarga yang menjadikan saya menjadi saya yang sekarang. Saya merindukan mereka malam ini. Saya tahu dosa saya pada mereka tidak bisa dihitung.

Kepada saudari saya Maya, saudari saya Auma, dan semua saudara dan saudari saya yang lain, terima kasih banyak atas dukungan yang telah kalian berikan pada saya. Saya sangat berterima kasih pada mereka.
Kepada manajer kampanye saya, David Plouffe, pahlawan tak dikenal dari kampanye ini, yang telah membangun kampanye politik, yang saya rasa, terbaik sepanjang sejarah Amerika.

Kepada ketua strategi saya, David Axelrod yang telah menjadi rekan saya sepanjang jalan ini.
Kepada tim kampanye terbaik yang pernah terkumpul dalam sejarah politik, kalianlah yang memungkinkan ini terjadi, dan saya selamanya berterima kasih atas segala pengorbanan kalian untuk menyelesaikan ini.
Tapi di atas semua, saya tidak pernah melupakan pemilik sesungguhnya dari kemenangan ini. Kemenangan ini adalah milik Anda, kemenangan ini adalah milik Anda.

Saya tidak pernah menjadi kandidat yang paling mungkin untuk jabatan ini. Kita tidak memulai dengan banyak uang dan dukungan. Kampanye kita tidak terpusat di aula-aula di Washington. Kampanye ini dimulai di halaman belakang rumah Des Moines, di ruang keluarga Concrd, di teras depan Charleson. Kampanye ini dibangun oleh pria dan wanita pekerja yang menggali tabungan mereka yang hanya sedikit dan menyumbangkan 5 dolar, 10 dolar, 20 dolar untuk alasan ini.

Ini mendapatkan kekuatan dari pemuda yang menolak mitos bahwa generasi mereka tak peduli, yang meninggalkan rumah mereka, dan keluarga mereka untuk sebuah pekerjaan yang bergaji kecil dan kurang tidur.

Kampanye ini mendapatkan kekuatan dari orang-orang yang tidak terlalu muda , yang menantang dingin yang menggigit dan panas yang membara untuk mengetuk pintu orang-orang asing, dan dari jutaan orang Amerika yang secara sukarela mengatur dan membuktikan pada kita bahwa dua abad kemudian sebuah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat belum lenyap dari muka bumi.
Ini adalah kemenangan kalian.

Dan saya tahu Anda melakukan ini tidak hanya untuk memenangkan sebuah pemilu. Dan Saya tahu Anda tidak melakukan ini untuk saya.
Anda melakukannya karena Anda paham beratnya tugas-tugas yang ada di masa depan. Karena bahkan ketika kita merayakan malam ini, kita tahu tantangan yang akan dibawa oleh masa depan, adalah yang terberat sepanjang hidup kita. Dua perang, sebuah planet yang terancam hancur, krisis finansial yang terparah selama seabad .

Bahkan pada saat kita berdiri di sini malam ini, kita tahu ada warga negara Amerika yang berani terjaga di padang pasir Irak, di pegunungan Afghanistan untuk mempertaruhkan nyawa mereka untuk kita .
Ada orangtua yang tetap terjaga setelah anak-anak mereka tertidur dan bertanya bagaimana cara membayar hipotek rumah, atau membayar tagihan kesehatan, atau menabung untuk pendidikan perguruan tinggi anak-anak mereka.

Ada energi baru untuk dimanfaatkan, pekerjaan baru untuk diciptakan, sekolah-sekolah baru untuk dibangun, juga ancaman-ancaman untuk dihadapi, persekutuan untuk diperbaiki.
Jalan ke depan akan panjang. Kita harus mendaki gunung tinggi. Kita mungkin tidak akan berhasil dalam setahun atau bahkan dalam satu masa jabatan. Tapi, Amerika, saya belum pernah sepenuh harapan  ini malam ini bahwa kita akan berhasil mencapainya.

Saya berjanji pada kalian, kita sebagai satu bangsa akan mencapainya.

Akan ada kemunduran dan awal yang salah. Ada banyak orang yang tidak setuju dengan setiap keputusan atau kebijakan yang saya buat sebagai presiden. Dan kita tahu pemerintah tidak akan bisa menyelesaikan setiap masalah.

Tapi saya akan selalu jujur dengan kalian tentang tantangan yang kami hadapi. Saya akan mendengarkan kalian, terutama ketika kita berbeda pendapat. Dan, di atas semua itu, saya memohon kepada kalian untuk ikut berusaha memperhatikan bangsa ini, satu-satunya cara yang telah dilakukan di Amerika selama 221 tahun—rintangan demi rintangan, bata demi bata, tangan besi demi tangan besi.

Apa yang telah dimulai 21 bulan yang lalu di tengah-tengah musim dingin tidak bisa berakhir pada malam musim gugur ini.

Kemenangan ini sendiri bukanlah perubahan yang kita cari. Kemenangan ini merupakan kesempatan untuk kita dalam membuat perubahan. Dan hal ini tidak dapat terjadi jika kita kembali ke cara lama.

Hal ini tidak dapat terjadi tanpa kalian, tanpa semangat baru dalam pelayanan, semangat baru dalam pengorbanan.

Jadi mari kita bangkitkan semangat baru patriotisme, dalam tanggung jawab, dimana masing-masing dari kita memutuskan untuk menyingsingkan lengan baju dan bekerja lebih keras dan menjaga tidak hanya diri kita sendiri tetapi menjaga sesama masyarakat.

Marilah kita ingat bahwa, jika kemelut keuangan mengajarkan kita sesuatu, itu adalah bahwa kita tidak bisa mengembangkan Wall Street sementara Main Street menderita.

Di dalam negara ini, kita berdiri atau jatuh sebagai satu bangsa, sebagai satu kesatuan. Mari kita menahan godaan untuk jatuh kembali ke dalam sikap berat sebelah dan kepicikan dan ketidakdewasaan yang telah meracuni politik kita dalam waktu yang lama.

Mari kita mengingat bahwa dulu ada seorang pria dari negara ini yang pertama kali membawa bendera Partai Republik ke Gedung Putih, sebuah partai yang ditemukan dalam nilai kemandirian dan kebebasan individu dan kesatuan nasional.

Itu semua merupakan nilai-nilai yang kita berikan. Dan ketika Partai Demokrat telah meraih kemenangan besar malam ini, kita melakukannya dengan tindakan murah hati dan tekad untuk menyembuhkan perpecahan yang telah menghambat kemajuan kita.

Seperti yang dikatakan Lincoln kepada satu bangsa yang lebih terpecah belah daripada kita, kita bukan musuh tapi kita teman. Walaupun mungkin semangat akan menurun, hal tersebut tidak boleh meruntuhkan ikatan kasih sayang kita.

Dan kepada masyarakat Amerika yang dukungannya belum saya dapatkan, saya mungkin tidak akan memenangkan suara kalian malam ini, tapi saya mendengar suara kalian. Saya butuh bantuan kalian. Dan saya akan menjadi presiden kalian, juga.

Dan juga semua orang yang menyaksikan malam ini di luar pantai kami, dari parlemen dan istana, ke semua orang yang berkerumun di sekitar radio di sudut yang terlupakan di dunia, cerita kami tunggal, tapi tujuan kami tersebar, dan permulaan baru pemerintahan Amerika sudah di tangan.

Kepada semua—semua yang akan meruntuhkan dunia: Kami akan melawan kalian. Kepada semua yang mencari kedamaian dan perlindungan: Kami mendukung kalian. Dan kepada semua yang bertanya-tanya jika suar Amerika masih menyala terang: Malam ini kami membuktikan sekali lagi bahwa kekuatan sebenarnya bangsa kami datang bukan dari kekuasaan tangan kami atau jumlah kekayaan kami, tapi dari kekuatan abadi impian kami: demokrasi, kebebasan, kesempatan dan harapan pantang menyerah.

Itulah arti Amerika yang sesungguhnya. Bahwa Amerika bisa berubah. Persatuan kita bisa disempurnakan. Apa yang telah kita capai memberikan harapan tentang apa yang bisa dan harus kita capai besok.

Pemilu ini mencatat banyaknya pertama kali dan banyak cerita yang akan diceritakan untuk beberapa generasi, tapi satu yang ada di kepala saya malam ini adalah tentang seorang wanita yang menggunakan hak pilihnya di Atlanta. Dia sama seperti warga negara lain yang mengantre dan menyuarakan pendapatnya di pemilu ini kecuali untuk satu hal, Anne Nixon-Cooper berusia 106 tahun.

Dia dilahirkan hanya selang satu generasi setelah perbudakan dihapuskan, sebuah masa di mana tidak ada mobil di jalanan dan pesawat di angkasa, di mana seseorang sepertinya tidak bisa memilih karena dua alasan yaitu karena dia wanita dan warna kulitnya.

Dan malam ini, saya berpikir tentang apa saja yang telah dilihatnya dalam seabad kehidupannya di Amerika. Masa sulit dan harapan, perjuangan dan kemajuan, masa-masa di mana kita diberitahu bahwa kita tidak bisa, dan orang-orang yang terus melawan dengan nilai Amerika itu, “Ya, kita bisa.”

Masa di mana suara wanita dibungkam dan harapan mereka diabaikan. Dia hidup untuk melihat mereka bangkit, bersuara dan menuju tempat pemungutan suara, “Ya, kita bisa.”

Ketika keputusasaan menyebar dan debu berjatuhan, depresi di seluruh negeri, dia melihat sebuah negeri menaklukkan rasa takutnya dengan perjanjian baru, pekerjaan baru, rasa tujuan bersama yang baru, “Ya, kita bisa.”

Ketika bom berjatuhan di pelabuhan kita, dan tirani mengancam dunia, dia ada untuk menyaksikan sebuah generasi bangkit menuju kejayaan dan demokrasi diselamatkan. “Ya, kita bisa.”

Dia ada untuk bus-bus di Montgomery, rumah-rumah di Birmingham, jembatan-jembatan di Selma, dan pendakwah dari Atlanta yang memberitahu orang-orang bahwa kita akan bertahan, “Ya, kita bisa.”

Seorang pria menjajakkan kaki di bulan, sebuah tembok runtuh di Berlin, sebuah dunia terhubung oleh ilmu pengetahuan dan imajinasi kita sendiri, dan tahun ini di pemilu ini, dia menyentuhkan jarinya ke sebuah layar, dan menentukan pilihannya, karena setelah 106 tahun hidupnya di Amerika, melalui masa-masa senang maupun susah, dia tahu bagaimana Amerika bisa berubah, “Ya, kita bisa.”

Amerika, kita sudah berjalan begitu jauh, kita sudah melihat begitu banyak hal, tapi masih banyak lagi yang harus dilakukan. Jadi malam ini mari kita tanyakan pada diri kita sendiri, jika anak perempuan saya bisa hidup untuk melihat abad berikutnya, jika anak saya begitu beruntung untuk bisa hidup selama Anne Nixon-Cooper, perubahan apa yang akan mereka lihat? Kemajuan apa yang telah kita buat? Inilah kesempatan kita untuk menjawab pertanyaan itu. Inilah saat kita.

Inilah waktu kita untuk kembali menempatkan rakyat kita dalam pekerjaan, membuka pintu-pintu kesempatan bagi anak-anak kita. Untuk mengembalikan kesejahteraan dan menciptakan tujuan-tujuan perdamaian, untuk kembali meng-klaim impian Amerika dan kembali memastikan kenyataan yang mendasar bahwa meski berbeda-beda kita adalah satu. Bahwa pada saat kita bernafas kita juga berharap dan ketika kita berhadapan dengan sinisme dan keraguan dan mereka yang menyatakan bahwa kita tidak bisa, kita akan membalas dengan nilai yang tidak berujung waktu itu yang merupakan inti dari semangat rakyat, “Ya, kita bisa.”

Terima kasih. Tuhan memberkati Anda dan semoga Tuhan memberkati Amerika Serikat.



by:
Idha Dwi Permatasari
Dwi Wulan Sari
Mharsya Lurisari
Syaily Mutiara Sari